LUMAJANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang menggelar pendampingan pembelajaran dasar Al-Qur'an bagi santri usia 3–6 tahun di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menanamkan kemampuan membaca Al-Qur'an melalui pengenalan lima huruf hijaiyah pertama dengan metode belajar yang menyenangkan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil observasi yang dilakukan mahasiswa sejak dimulainya KKN pada 20 Juli 2026. Melalui observasi, mahasiswa mempelajari kondisi lingkungan belajar, karakteristik santri, serta kebutuhan pembelajaran yang ada di TPQ.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih berada pada tahap awal mengenal huruf hijaiyah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa menyusun pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak agar proses belajar berlangsung lebih efektif.
Pada pertemuan perdana, mahasiswa memperkenalkan lima huruf hijaiyah pertama, yakni Alif (ا), Ba (ب), Ta (ت), Tsa (ث), dan Jim (ج). Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui pengenalan bentuk huruf, latihan pelafalan, pengulangan bersama, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab sederhana. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif sehingga anak-anak lebih mudah memahami materi.
Salah seorang mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang menjelaskan bahwa pembelajaran Al-Qur'an pada usia dini perlu disampaikan dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang membuat anak-anak senang mengenal Al-Qur'an. Dengan metode yang interaktif, mereka lebih mudah mengingat bentuk dan bunyi huruf hijaiyah sebagai bekal untuk belajar membaca Al-Qur'an pada tahap berikutnya," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Mereka aktif menjawab pertanyaan, menirukan pelafalan huruf, serta bersemangat mengikuti berbagai permainan edukatif yang diberikan. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini mampu meningkatkan partisipasi sekaligus menumbuhkan minat belajar.
Pengenalan huruf hijaiyah sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur'an. Selain membantu anak mengenali bentuk dan bunyi huruf, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kecintaan terhadap pembelajaran agama sejak dini.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di masyarakat. Ke depan, kegiatan pembelajaran akan terus dilanjutkan dengan materi huruf hijaiyah berikutnya secara bertahap sehingga santri memperoleh pengalaman belajar yang berkesinambungan dan semakin siap memasuki tahap membaca Al-Qur'an.
Jurnalis Firda Fadilatus Sa'dah