Lumajang, 29 Juli 2026 – Upaya meningkatkan efektivitas pemantauan hafalan Al-Qur'an terus dikembangkan di MBS Al-Fajr. Salah satunya melalui perancangan sistem e-Mutabaah, sebuah inovasi berbasis digital yang diawali dengan kegiatan observasi partisipatif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang.
Observasi dilakukan dengan mengamati proses pendampingan hafalan, berdialog bersama santri, pembina tahfiz, dan pengelola pondok, serta memetakan kebutuhan pencatatan perkembangan hafalan. Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam penyusunan sistem mutabaah berbasis Google Workspace yang diharapkan mampu mendukung pengelolaan pembelajaran Al-Qur'an secara lebih efektif.
Sebagai bagian dari Program Pendidikan Al-Qur'an, pemetaan difokuskan pada proses pencatatan hafalan yang selama ini berjalan, mulai dari rekap perkembangan santri, pencarian riwayat hafalan, hingga penyampaian informasi kepada wali santri. Pendekatan observasi partisipatif dipilih agar seluruh pihak yang terlibat dapat menyampaikan kebutuhan dan masukan secara langsung sehingga sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam proses tersebut, mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan setiap pengguna, mulai dari mudir, pengelola tahfiz, musyrif, wali santri, hingga para santri. Berbagai aspek yang dikaji meliputi kelengkapan data, kemudahan pencatatan, akses terhadap perangkat dan internet, kemampuan penggunaan teknologi, serta perlindungan data pribadi pengguna.
Selain itu, tim juga menyepakati indikator utama yang akan dicatat secara konsisten dalam sistem, seperti capaian ziyadah, murojaah, juz dan halaman yang dihafal, kualitas hafalan, kehadiran, catatan pembina, hingga tindak lanjut pembinaan. Keseragaman pencatatan tersebut diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat dan mudah dipantau.
Pengembangan e-Mutabaah juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi tahfiz. Dengan sistem digital, proses input data, penyusunan rekap, pencarian riwayat hafalan, serta penyampaian informasi kepada wali santri diharapkan menjadi lebih cepat, rapi, dan mudah diakses.
Hasil observasi selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan sistem yang meliputi formulir digital, basis data terpusat, rekapitulasi otomatis, hingga tampilan informasi yang akan diuji sebelum diterapkan secara rutin di lingkungan MBS Al-Fajr.
"Observasi partisipatif ini kami lakukan agar e-Mutabaah tidak dibangun berdasarkan asumsi. Alur pencatatan, kebutuhan informasi wali, indikator ziyadah dan murojaah, serta perlindungan data santri perlu dipahami dan disepakati lebih dulu agar sistem benar-benar mudah digunakan dan berkelanjutan," ujar salah satu mahasiswa KKN.
Melalui inovasi ini, diharapkan pengelolaan pembelajaran tahfiz di MBS Al-Fajr menjadi lebih terstruktur, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara mahasiswa, pengelola pondok, dan para pembina menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sistem pembelajaran Al-Qur'an yang lebih efektif sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam.
Jurnalis Ismail Hasan