Lumajang – Pembelajaran ibadah yang memadukan pemahaman teori dan praktik menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter religius santri. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan praktik dan do'a dalam shalat sesuai tuntunan Rasulullah SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren MBS Al-Fajr Denok, Lumajang, pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang diikuti santri kelas 1 SMP ini dipandu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang sebagai bagian dari program pembinaan ibadah. Melalui pendampingan tersebut, santri dibimbing untuk memahami bacaan salat sekaligus mempraktikkan setiap gerakan sesuai tuntunan syariat Islam.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif sejak pagi hari. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai doa-doa dalam salat, mulai dari niat, bacaan pada setiap gerakan, hingga doa penutup. Setelah itu, para santri mengikuti praktik salat secara bertahap dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN.
Pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik dipilih agar santri tidak hanya mampu menghafal bacaan, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dengan cara tersebut, pembelajaran diharapkan mampu membentuk kebiasaan beribadah yang benar sekaligus meningkatkan kekhusyukan dalam melaksanakan salat.
Selama praktik berlangsung, mahasiswa memberikan arahan secara perlahan dan sistematis. Setiap gerakan dan bacaan diperagakan kembali apabila masih ditemukan kekeliruan, sehingga santri memperoleh kesempatan untuk memperbaiki sekaligus membiasakan tata cara salat yang benar.
Pendamping dari mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang, Shofwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman santri terhadap ibadah salat secara menyeluruh.
"Kami ingin santri tidak sekadar hafal bacaan, tetapi juga memahami makna doa yang dibaca dan mampu mempraktikkan gerakan salat dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga ibadah mereka semakin berkualitas," ujarnya.
Antusiasme santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari menyimak materi, mengulang bacaan, hingga mempraktikkan gerakan salat secara langsung. Suasana belajar yang komunikatif membuat santri lebih percaya diri untuk bertanya dan memperbaiki bacaan maupun gerakan yang belum tepat.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan pesantren melalui pembiasaan ibadah yang benar. Selain meningkatkan kemampuan praktik salat, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena santri diajak memahami esensi ibadah, bukan sekadar menghafal bacaan.
Pihak Pondok Pesantren MBS Al-Fajr Denok berharap pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan ibadah. Melalui pendampingan yang konsisten, diharapkan para santri tumbuh menjadi generasi rabbani yang tidak hanya mampu melaksanakan salat dengan baik, tetapi juga memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnalis Shofwan Syauri