LUMAJANG – STIT Muhammadiyah Lumajang mendorong mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui riset, pengabdian, pengembangan ekonomi, dan berbagai kontribusi sesuai bidang keilmuan. Pesan tersebut mengemuka dalam Stadium General 2026 yang digelar di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang, Senin (14/9/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dalam Membangun Sumber Daya Manusia Unggul, Berdaya Saing, dan Berkemajuan di Kabupaten Lumajang”, kegiatan menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, AP., M.Si., sebagai narasumber.
Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, Eva Andriani, S.E.I., M.E.I., Ph.D., mengatakan Stadium General menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan pembangunan di masyarakat.
“Teman-teman mahasiswa diharapkan dapat menyimak, berdiskusi, berdialog, dan menyampaikan apa yang ingin dikembangkan. Kita berharap teman-teman dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik dalam riset maupun kegiatan ekonomi sesuai dengan program studi yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Pengetahuan yang diperoleh perlu diwujudkan dalam bentuk gagasan dan aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, apa yang dipelajari teman-teman di kelas dapat direalisasikan di dunia nyata dan menjadi solusi ke depannya,” lanjut Eva.
Foto : Eva Andriani, S.E.I., M.E.I., Ph.D. saat menyampaikan sambutanya
Sementara itu, Patria menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan Lumajang. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur dan sumber daya alam perlu diimbangi dengan kualitas manusia yang kompeten dan adaptif.
“Sarana dan prasarana kita bagus, sumber daya alam kita bagus, tetapi kalau sumber daya manusianya tidak mengikuti dan tidak mengimbangi, maka akan terjadi ketidakseimbangan,” kata Patria.
Dalam paparannya, Patria juga memperkenalkan arah pembangunan Lumajang melalui Asta Cita Nararya, yang mencakup Lumajang Melayani, Aman, Membangun, Eksotik, Peduli, Unggul, Tangguh, dan Pangan. Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar belajar tentang pembangunan, tetapi mulai terlibat dalam menemukan dan menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Untuk itu, mahasiswa perlu membangun kemampuan berpikir kritis, integritas, komunikasi, adaptasi digital, kolaborasi, serta kepedulian sosial. Kampus pun diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Pesan utama yang disampaikan Patria adalah pentingnya mengubah cara pandang generasi muda. Mahasiswa tidak hanya perlu memikirkan apa yang akan diperoleh setelah lulus, tetapi juga kontribusi yang dapat diberikan bagi daerah.
“Jangan hanya bertanya: setelah lulus, saya bekerja di mana? Mulailah bertanya: persoalan apa yang bisa saya bantu selesaikan?” demikian pesan yang disampaikan dalam materi Stadium General.Foto : Patria Dwi Hastiadi, AP., M.Si. saat memaparkan materi
Kegiatan yang dimoderatori Syovinatus Sholicha, M.Pd.I. tersebut diikuti Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, jajaran pimpinan, dosen, serta ratusan mahasiswa. Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif yang mempertemukan mahasiswa dan narasumber dalam pembahasan mengenai pendidikan, pembangunan daerah, serta peluang kolaborasi.
Stadium General ditutup dengan doa dan bertepatan dengan masuknya waktu Magrib. Pimpinan, dosen, narasumber, dan mahasiswa kemudian bersama-sama menuju masjid untuk melaksanakan salat Magrib.
Jurnalis Syifani Putri Masyita