Program Studi PMB Perpustakaan
Bukan Sekadar Pengenalan Kampus, PKKMB dan BAM STIT Muhammadiyah Lumajang Disiapkan untuk Perkuat Nilai AIK

Bukan Sekadar Pengenalan Kampus, PKKMB dan BAM STIT Muhammadiyah Lumajang Disiapkan untuk Perkuat Nilai AIK


LUMAJANG — Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM), STIT Muhammadiyah Lumajang mulai mematangkan berbagai persiapan melalui rapat koordinasi panitia. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan dua agenda penting bagi mahasiswa itu dapat berjalan terarah, efektif, dan memiliki muatan pembinaan yang kuat.

Rapat koordinasi dilaksanakan di ruang meeting STIT Muhammadiyah Lumajang, Senin (31/8/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua I STIT Muhammadiyah Lumajang, Fahmi Al Hadi, S.Akun., M.E., yang membidangi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), akademik, dan penjaminan mutu, instruktur BAM Tsaniyatul Khasanah, Lc., M.Th.I. serta jajaran panitia yang berasal dari unsur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan mahasiswa.

Dalam rapat tersebut, pembahasan tidak hanya diarahkan pada persoalan teknis kegiatan, tetapi juga menyentuh tujuan dan nilai yang hendak dibangun melalui PKKMB dan BAM. Kedua kegiatan dipandang memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengenal lingkungan kampus sekaligus memahami identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah.

Fahmi Al Hadi menegaskan bahwa PKKMB dan BAM tidak seharusnya dipandang sebatas kegiatan seremonial bagi mahasiswa. Menurutnya, kedua agenda tersebut merupakan bagian penting dari proses pembentukan pemahaman mahasiswa terhadap kampus dan nilai-nilai yang menjadi identitas perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Betapa pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa. Selain untuk mengenal kampus dan mengetahui tentang Muhammadiyah, mahasiswa juga perlu memahami bahwa di perguruan tinggi Muhammadiyah bukan lagi hanya mengenal tridarma perguruan tinggi, tetapi caturdarma,” ujar Fahmi dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan, caturdarma perguruan tinggi Muhammadiyah mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Karena itu, Fahmi mendorong panitia agar sejak awal menyusun skala prioritas persiapan. Setiap kebutuhan yang berkaitan dengan PKKMB maupun BAM, diminta untuk didata secara sistematis agar hal-hal yang bersifat mendesak dapat segera diselesaikan.

“Panitia perlu membuat list prioritas, terutama kebutuhan yang harus segera disiapkan untuk PKKMB dan BAM. Dengan begitu, persiapannya bisa lebih terarah dan tidak ada kebutuhan penting yang terlewat,” lanjutnya.

Selain membahas persiapan umum, rapat juga membedah mekanisme pelaksanaan BAM. Tsaniyatul Khasanah menyampaikan sejumlah hal teknis yang perlu dipersiapkan untuk memastikan proses pembinaan dan pemantauan peserta dapat berjalan dengan baik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga akan mengikuti pre-test dan post-test sebagai bagian dari proses pemetaan dan evaluasi selama kegiatan berlangsung.

Tsaniyatul menekankan bahwa pemantauan peserta juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan BAM. Untuk mendukung proses tersebut, keterlibatan dosen dan mahasiswa akan dimaksimalkan, baik dalam pelaksanaan tes baca Al-Qur’an maupun sebagai observer selama kegiatan.

Pelibatan tersebut diharapkan dapat membuat proses pemantauan peserta berlangsung lebih optimal sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan peserta selama mengikuti rangkaian BAM.

Memasuki agenda berikutnya, rapat dilanjutkan dengan pembagian tugas kepanitiaan. Pembagian dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan masing-masing personel sehingga setiap bidang dapat bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya.

Foto suasana rapat koordinasi persiapan PKKMB dan BAM di ruang meeting STIT Muhammadiyah Lumajang

Panitia kemudian berdiskusi mengenai konsep dan gambaran umum pelaksanaan PKKMB serta BAM. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman antar panitia sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih harus dipersiapkan.

Dalam pembahasan tersebut, masing-masing bidang diarahkan untuk segera menyusun daftar kebutuhan dan persiapan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Hasil identifikasi kebutuhan selanjutnya akan dikoordinasikan kembali melalui grup WhatsApp panitia. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat komunikasi sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan persiapan masing-masing bidang.

Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana serius namun tetap cair. Setelah seluruh agenda utama dibahas, pertemuan dilanjutkan dengan bincang-bincang santai mengenai rencana tindak lanjut dan persiapan kegiatan ke depan.

Kumandang azan Magrib kemudian mengakhiri rapat koordinasi. Para peserta selanjutnya melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid PB Sudirman, Perguruan Muhammadiyah.

Melalui koordinasi awal tersebut, STIT Muhammadiyah Lumajang tidak hanya menargetkan kesiapan teknis pelaksanaan PKKMB dan BAM, tetapi juga memastikan kedua agenda tersebut mampu menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, memahami nilai-nilai Muhammadiyah, serta menguatkan karakter keislaman dan kemuhammadiyahan sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.

Jurnalis Dicky Maulana


Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.