Program Studi PMB Perpustakaan
STIT Muhammadiyah Lumajang Ajak Generasi Muda Raih Merdeka Finansial di Era Digital

STIT Muhammadiyah Lumajang Ajak Generasi Muda Raih Merdeka Finansial di Era Digital


LUMAJANG — Program Studi Ekonomi Syariah STIT Muhammadiyah Lumajang (STIT Mulu) menggelar Live Webinar Islamic Economics Insight Chapter 1 bertajuk “Merdeka Finansial Sejak Muda: Langkah Cerdas Mengelola Uang, Membangun Skill, dan Menciptakan Cuan di Era Digital”, Minggu (23/8/2026) malam.

Agenda yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting tersebut dihadiri oleh masyarakat umum dan generasi muda. Acara dipandu oleh Wiwik Supianingsih, M.Ak., selaku moderator dan didukung oleh Kaprodi Ekonomi Syariah STIT Mulu, Eka Ismaya Indra Purnamanita, M.Pd.

Dosen Ekonomi Syariah STIT Mulu sekaligus narasumber utama, Siti Mutmainah, M.E., menyoroti pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, khususnya Buy Now Pay Later (BNPL). Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 40 persen pengguna Paylater berasal dari kalangan Gen Z, dengan total debitur BNPL secara nasional mencapai angka 24,52 juta orang.

Menurut Siti Mutmainah, kondisi tersebut menuntut pemahaman finansial yang kuat agar generasi muda tidak terjebak dalam perilaku konsumtif. Ia menegaskan bahwa merdeka finansial tidak selalu diartikan sebagai kondisi bergelimang harta, melainkan kemampuan mengendalikan diri dan mengelola sumber daya secara bijak.

"Merdeka finansial dimulai dari cara kita memperlakukan uang. Ini tentang bagaimana kita mengelola pendapatan, mengendalikan keinginan, menentukan prioritas, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan," papar Siti Mutmainah.

Selain manajemen uang, peserta juga didorong untuk mengasah keterampilan teknis dan kreatif yang relevan dengan pasar kerja digital. Keterampilan seperti graphic design, video editing, content creation, public speaking, coding, hingga entrepreneurship dinilai menjadi nilai tambah yang dapat mendatangkan peluang ekonomi baru.

Dari sudut pandang Islam, pengelolaan keuangan yang ideal harus sejalan dengan prinsip keseimbangan dan tanggung jawab. Hal ini meneladani pesan Al-Qur'an dalam Surah Al-Furqan ayat 67, yang mengajarkan agar manusia tidak bersikap berlebihan maupun kikir dalam membelanjakan harta.

Sementara itu, Wakil Ketua I STIT Muhammadiyah Lumajang, Fahmi Al Hadi, M.E., dalam closing remark-nya menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat dan produktif sejak dini.

"Membangun kemandirian finansial yang berbasis prinsip syariah adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda," pungkas Fahmi Al Hadi.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta, penyelenggara turut menyediakan berbagai hadiah menarik serta doorprize berupa voucher beasiswa kuliah di STIT Muhammadiyah Lumajang.

Jurnalis Yusron Al Fajri


Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.