JEMBER, http://stitml.ac.id – Komitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi Muhammadiyah kembali ditegaskan. Fahmi Al Hadi, S.Akun., M.E, Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIT Muhammadiyah Lumajang, turut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Penjaminan Mutu PTMA (APMU PTMA) dan Launching Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal PTMA 5.0.
Agenda strategis itu digelar di Universitas Muhammadiyah Jember pada 28–30 Juni 2025 dengan kesiapan tuan rumah yang optimal untuk menyambut seluruh delegasi PTMA se-Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ir. Mohammad Adam Jerussalem, Ph.D, Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hadir pula Ketua Dewan APMU, Prof. Dr. Tria Astika Endah P.,SKM.,MKM, dan Ketua SC, Dr. Tanzil Huda, M.Pd.
Dalam arahannya, Ir. Mohammad Adam Jerussalem, Ph.D menegaskan bahwa era mutu hari ini harus melampaui pemenuhan standar administratif.
“Penjaminan mutu tidak boleh berhenti pada dokumen. Ia harus menjadi budaya akademik dan manajerial. Kita dorong seluruh PTMA untuk melangkah ke arah akreditasi global dan memberi dampak nyata bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan APMU, Prof. Dr. Tria Astika Endah P.,SKM.,MKM, menyampaikan bahwa Pedoman SPMI 5.0 hadir sebagai peta jalan baru. Dokumen ini dirancang agar implementasi mutu di 164 PTMA se-Indonesia menjadi lebih terintegrasi, terukur, dan sistematis.
Meski tidak hadir di lokasi, Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, Eva Andriani, Ph.D, menitipkan harapan besar kepada delegasi kampus.
“Kami berharap melalui SPMI 5.0 ini, penjaminan mutu di STIT Muhammadiyah Lumajang semakin terarah dan sistematis. Mutu kampus harus dirasakan langsung oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Fahmi Alhadi menyampaikan, forum ini menjadi ruang penting bagi LPM untuk menyamakan arah kebijakan mutu.
“Dengan memahami secara langsung substansi SPMI 5.0, kami optimis tata kelola mutu di STITMU Lumajang akan lebih terarah dan siap menghadapi tuntutan akreditasi nasional maupun internasional ke depan,” pungkas Fahmi.