Lumajang, Minggu (24/05/2026) — Aliansi BEM Lumajang (ABL) menghadiri konferensi pers di Polres Lumajang setelah pihak kepolisian berhasil membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di area IGD Puskesmas Sumbersuko. Kasus ini mencuat setelah adanya keluhan warga terkait meningkatnya tindak kejahatan kendaraan bermotor di kawasan tersebut. Salah satu pelaku diketahui sebagai residivis, yang membuat ABL mempertanyakan mengapa insiden serupa terus berulang.
Menurut ABL, keberhasilan penangkapan ini patut diapresiasi, namun bukan berarti masalah selesai. ABL menilai meningkatnya rasa was-was warga ketika beraktivitas malam hari menunjukkan bahwa ada persoalan serius pada sistem keamanan lingkungan. Situasi ini, tegas mereka, tidak boleh dibiarkan seolah-olah normal.
Dalam konferensi pers, Sekjen ABL Adam Daniel mahasiswa STIT Muhammadiyah Lumajang menyampaikan sikap resmi organisasi mahasiswa tersebut. “Kami akan menelusuri akar masalahnya dan mengawal proses hukum sampai tuntas di tingkat pengadilan,” ujarnya dengan tegas.
ABL juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Mereka melihat adanya penyebaran narasi yang dapat memutarbalikkan fakta, sehingga publik diminta tetap tenang namun selalu kritis terhadap perkembangan situasi keamanan.
Adam Daniel juga mengingatkan pentingnya ruang publik yang aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa warga Lumajang tidak boleh hidup dalam bayang-bayang ketakutan saat berada di tempat umum. “Ruang publik tidak boleh berubah menjadi tempat yang membuat masyarakat enggan beraktivitas,” tegasnya.
Selain memberi apresiasi kepada Polres Lumajang atas gerak cepat menangkap pelaku, ABL menilai upaya represif saja tidak cukup. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan, termasuk patroli, sistem pengawasan, serta kolaborasi polisi dengan warga.
ABL berharap kasus ini menjadi titik balik dalam perbaikan sistem keamanan lingkungan. Mereka siap berperan sebagai mitra kritis kepolisian, baik dalam memberi masukan maupun menjalankan fungsi pengawasan sosial.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di malam hari, ABL juga mendesak adanya langkah pencegahan yang lebih efektif agar kejahatan serupa tidak kembali terjadi. Selain itu, mereka mendorong transparansi proses hukum dua tersangka agar masyarakat kembali merasa terlindungi.
#ABL #Lumajang #Curanmor #Keamanan #Pengawalan