LUMAJANG — (28/09/26) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Tanggap Darurat (MATADA) STIT Muhammadiyah Lumajang mulai menata langkah awal organisasi dengan membentuk kepengurusan harian dan sejumlah divisi. Pertemuan pembentukan tersebut berlangsung di Mojok Cafe pada malam hari setelah kegiatan perkuliahan berakhir.
Pertemuan dipandu oleh Safira Syahida dan dihadiri puluhan anggota UKM MATADA. Meski sejumlah anggota berhalangan hadir dan telah menyampaikan izin, proses pembentukan kepengurusan tetap berlangsung secara aktif dan partisipatif.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda dibahas, terutama terkait pembentukan Pengurus Harian UKM MATADA serta penentuan ketua divisi yang akan menjalankan fungsi organisasi sesuai bidang masing-masing.
Proses penyusunan divisi turut mendapatkan pendampingan dari rekan-rekan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Keterlibatan MDMC diharapkan dapat memberikan penguatan dalam penyusunan struktur sekaligus memastikan pembagian tugas dalam organisasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan penanganan dan kesiapsiagaan bencana.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Safira Syahida ditetapkan sebagai Ketua UKM MATADA. Ia didampingi oleh tiga wakil ketua, yakni Miqdad sebagai Wakil Ketua I, Ita Lutfia sebagai Wakil Ketua II, dan Mahda Rehna sebagai Wakil Ketua III.
Sementara itu, posisi sekretaris dipercayakan kepada Aghnina Fiddaroin dengan Evi Nur Hidayani sebagai Wakil Sekretaris. Adapun jabatan bendahara diemban oleh Wasiatul Fatdila.
Selain kepengurusan harian, UKM MATADA juga membentuk sejumlah divisi sebagai bagian dari penguatan organisasi. Muhammad Wijdan Wafiudin dipercaya memimpin Divisi Pertolongan Pertama dan Kedaruratan, M. Abd Basit sebagai Ketua Divisi Kesiapsiagaan dan Mitigasi, serta M. Yusuf H sebagai Ketua Divisi Hubungan Masyarakat, Informasi dan Dokumentasi.
Ketua UKM MATADA, Safira Syahida, mengatakan pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang tidak hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi kedaruratan.
“Setelah pertemuan ini akan diadakan rapat koordinasi tindak lanjut untuk pengajuan SK, pembuatan AD/ART MATADA, pelantikan, dan penyusunan program kerja. Nantinya, terkait program kerja kami akan fokus pada pelatihan-pelatihan,” ungkap Safira Syahida.
Menurutnya, fokus terhadap pelatihan menjadi bagian penting dalam pengembangan UKM MATADA agar para anggota memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat maupun kegiatan kebencanaan.
Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penyelesaian administrasi organisasi, penyusunan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pelantikan pengurus, serta perumusan program kerja.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan dan divisi tersebut, UKM MATADA STIT Muhammadiyah Lumajang diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas, kepedulian sosial, serta keterampilan dalam bidang pertolongan pertama, kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons terhadap situasi kedaruratan.
Jurnalis Mochamad Nasichin