Program Studi PMB Perpustakaan
Belajar Akhlak Mulia Sejak Dini  Lewat Program Pengenalan Adab

Belajar Akhlak Mulia Sejak Dini Lewat Program Pengenalan Adab

Lumajang – Penanaman pendidikan karakter sejak usia dini menjadi salah satu fokus program pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang di TPQ Baitul Mukminin. Melalui program bertajuk Pengenalan Adab Sehari-hari, mahasiswa mengajak para santri memahami sekaligus mempraktikkan nilai-nilai akhlak Islami sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.


Program ini disusun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sejak dimulainya pelaksanaan KKN pada 20 Juli 2026. Hasil pengamatan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pembiasaan adab sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi santri usia dini hingga remaja.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan metode pembelajaran klasikal yang dipadukan dengan praktik langsung. Pendekatan tersebut dipilih agar materi lebih mudah dipahami sekaligus menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Pembelajaran diawali dengan salam, doa bersama, serta murojaah surah-surah pendek yang telah dihafalkan santri. Selain memperkuat hafalan Al-Qur'an, kegiatan ini juga menjadi sarana membiasakan kedisiplinan dan membangun semangat belajar sebelum memasuki materi inti.

Selanjutnya, mahasiswa mengajak santri berdiskusi melalui sesi tanya jawab sederhana mengenai perilaku baik yang telah mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengucapkan salam, menghormati orang tua, bersikap sopan kepada guru, dan menjaga tutur kata. Antusiasme santri terlihat ketika mereka aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman.

Untuk menjaga semangat belajar, pembelajaran diselingi dengan permainan edukatif dan ice breaking yang berkaitan dengan materi. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup sehingga santri lebih fokus dan percaya diri mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Pada sesi inti, mahasiswa memperkenalkan konsep adab 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia santri. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pembiasaan 5S merupakan bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Agar lebih mudah dipahami, mahasiswa memberikan contoh penerapan adab 5S melalui demonstrasi sederhana. Santri kemudian mempraktikkan secara langsung cara memberikan salam, menyapa dengan ramah, tersenyum kepada sesama, berbicara dengan sopan, dan menunjukkan sikap santun kepada orang yang lebih tua maupun teman sebaya. Pendekatan praktik ini membantu santri memahami bahwa adab tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata.

Di akhir kegiatan, mahasiswa melakukan evaluasi melalui sesi tanya jawab untuk mengetahui pemahaman santri terhadap materi yang telah disampaikan. Selain itu, mahasiswa memberikan motivasi agar para santri terus membiasakan adab 5S dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam.

Melalui program ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan TPQ. Sinergi antara mahasiswa, pengajar, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia, santun dalam bertutur kata, menghormati sesama, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnalis Eko Agus

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.