Kebonagung, Sukodono, Lumajang – Keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari keberlanjutannya setelah kegiatan berakhir. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 STIT Muhammadiyah Lumajang bersama masyarakat Desa Kebonagung membentuk tim pengelola kolam budidaya ikan sebagai langkah menjaga keberlangsungan program yang telah dirintis selama masa pengabdian.
Pembentukan tim yang dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan budidaya ikan dapat terus berjalan secara mandiri meskipun masa KKN telah usai. Tim tersebut terdiri atas pemilik kolam, tokoh masyarakat, serta warga yang bersedia terlibat aktif dalam pengelolaan dan pemeliharaan kolam.
Kegiatan diawali dengan musyawarah bersama untuk menyusun struktur kepengurusan, membagi tugas, serta menyepakati mekanisme koordinasi antarpengelola. Setiap anggota diberikan tanggung jawab sesuai perannya, mulai dari memantau kualitas air, mengatur pemberian pakan, hingga mengawasi pertumbuhan ikan yang telah ditebar.
Menurut mahasiswa KKN, pembentukan tim bukan sekadar membagi tugas, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap program. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, diharapkan pengelolaan budidaya ikan dapat terus berkembang sebagai potensi ekonomi desa yang berkelanjutan.
Suasana musyawarah berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun sistem pengelolaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan program.
Salah seorang pemilik kolam ikan, Rudi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang tidak hanya melaksanakan program, tetapi juga mempersiapkan keberlanjutannya.
"Mahasiswa KKN telah memberikan awal yang baik melalui program ini. Selanjutnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawat kolam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Program pembentukan tim pengelola ini menjadi contoh bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, melainkan berupaya menciptakan sistem yang dapat dijalankan secara mandiri oleh masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pentingnya kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan dalam pembangunan desa.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN akan melakukan monitoring dan evaluasi pada akhir masa pengabdian untuk memastikan sistem pengelolaan yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, program budidaya ikan di Desa Kebonagung diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas ekonomi warga, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Jurnalis Adam Daniel