Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arifatul Ma'ani, M.Pd.I. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat melalui pendampingan pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan untuk membantu berbagai tahapan pelayanan. Mereka mendampingi proses pendaftaran peserta, mengukur tinggi badan, menimbang berat badan balita, mencatat hasil pengukuran, hingga membantu administrasi pelayanan bagi para lansia. Kehadiran mahasiswa turut mendukung kelancaran pelaksanaan Posyandu sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan tertib.
Bagi balita, kegiatan difokuskan pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan melalui pengukuran tinggi badan serta penimbangan berat badan. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini permasalahan gizi, termasuk upaya pencegahan stunting. Sementara itu, para lansia memperoleh pelayanan kesehatan dasar berupa pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pendampingan selama mengikuti rangkaian kegiatan Posyandu bersama tenaga kesehatan dan kader setempat.
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berkolaborasi dengan kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan balita melalui kegiatan penimbangan, pemantauan tumbuh kembang, dan edukasi kepada orang tua.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Orang tua balita dan para lansia mengikuti setiap tahapan pelayanan dengan tertib, sementara kolaborasi antara mahasiswa KKN, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan menciptakan suasana pelayanan yang lebih cepat, nyaman, dan terorganisir.
Salah satu kader Posyandu Dahlia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
"Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu. Dengan adanya tambahan tenaga, proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib sehingga balita maupun lansia dapat memperoleh pelayanan dengan lebih optimal," ujarnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan tumbuh kembang balita, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan lansia. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa diharapkan semakin meningkat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan Posyandu menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi masyarakat Desa Sidorejo, kolaborasi ini memberikan dukungan nyata dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dasar.
Melalui program ini, STIT Muhammadiyah Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan sinergi antara mahasiswa KKN, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu serta mewujudkan masyarakat Desa Sidorejo yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
Jurnalis Rizki Dwi Primadani