Program ini mendapat sambutan positif dari Kepala MI Nurul Huda, wali kelas III, serta guru mata pelajaran Bahasa Arab. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari Bahasa Arab sejak usia dini.
Pada awal kegiatan, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan tujuan pendampingan yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Selanjutnya, siswa diajak mempraktikkan berbagai ungkapan sederhana dalam Bahasa Arab, seperti salam, sapaan Kayfa hāluka?, serta respons yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa.
Agar proses belajar semakin menarik, mahasiswa menyisipkan sesi ice breaking berupa permainan edukatif dan gerakan sederhana yang berkaitan dengan materi. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap instruksi, berani mengucapkan kosakata baru, serta saling berinteraksi menggunakan ungkapan Bahasa Arab yang telah dipelajari.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan dengan penuh semangat, dan mengulang kosakata yang diperkenalkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab dapat menjadi lebih mudah dipahami ketika dikemas melalui metode yang interaktif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di tingkat madrasah ibtidaiyah.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang tidak hanya membantu proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pendidikan dalam suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan minat belajar Bahasa Arab, meningkatkan keberanian siswa untuk berkomunikasi menggunakan kosakata sederhana, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Jurnalis Binta Ulinnuha