Program pendampingan difokuskan pada penguatan kemampuan membaca melalui pengenalan huruf, latihan mengeja, membaca suku kata, hingga menyusun dan membaca kalimat sederhana. Seluruh kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan suasana belajar yang interaktif sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan penggunaan media pembelajaran sederhana, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Metode tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya, berani mencoba membaca, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
Selain membimbing kemampuan membaca, mahasiswa juga memberikan motivasi kepada peserta didik agar membiasakan diri membaca setiap hari. Pembiasaan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus membangun fondasi literasi yang kuat sebagai bekal mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya.
Guru kelas menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu membantu siswa yang masih memerlukan pendampingan dalam membaca. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan suasana belajar yang berbeda sehingga peserta didik tampak lebih antusias dan menikmati setiap tahapan pembelajaran.
Bagi mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata dalam mengimplementasikan ilmu pendidikan di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat belajar mereka.
Melalui program ini, diharapkan budaya literasi dapat tumbuh sejak dini di lingkungan sekolah. Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas serta membentuk generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Jurnalis Nur Hanifah