Kegiatan diawali dengan silaturahmi, diskusi, dan observasi langsung bersama pengelola TPQ untuk mengidentifikasi proses pembelajaran yang telah berjalan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa TPQ An-Nafisah Baitul Muttaqin telah menerapkan Metode Baghdadiyyah secara rutin sebagai pendekatan dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an. Namun, pembelajaran masih lebih berfokus pada kemampuan membaca, sementara latihan menulis huruf hijaiyah melalui metode imla' belum menjadi bagian dari kegiatan belajar.
Selain itu, tingginya jumlah santri pada kelas Iqra' membuat proses pendampingan dalam kelompok belajar memerlukan dukungan tambahan agar setiap santri memperoleh bimbingan yang lebih optimal selama proses mengaji berlangsung.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, mahasiswa KKN merancang dua program unggulan, yaitu pendampingan membaca Al-Qur'an menggunakan Metode Baghdadiyyah serta pelatihan imla' sebagai inovasi baru untuk melatih kemampuan menulis huruf hijaiyah. Kedua program ini diharapkan saling melengkapi sehingga santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam menulis huruf Arab secara benar.
Pengasuh TPQ An-Nafisah Baitul Muttaqin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.
"Kami sangat menyambut baik dan siap mendukung penuh kehadiran mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang. Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran mengaji sekaligus membawa semangat baru bagi para santri," ujarnya.
Tahap pemetaan ini menjadi fondasi penting dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan lembaga dan karakteristik santri. Melalui pendekatan berbasis observasi, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menghadirkan solusi pembelajaran yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Program pendampingan Baghdadiyyah dan pelatihan imla' diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran BTQ di TPQ An-Nafisah Baitul Muttaqin. Sinergi antara perguruan tinggi, pengelola TPQ, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur'an serta membentuk generasi yang lebih terampil membaca, menulis, dan mencintai Al-Qur'an sejak usia dini.
Jurnalis Dani Rahmayanti