LUMAJANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang menginisiasi program pembiasaan hafalan surat-surat pendek bagi peserta didik kelas IV sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan dan membentuk karakter religius di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis setelah salat Zuhur berjamaah di mushala sekolah.
Program ini disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur'an, namun masih memerlukan pendampingan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kelancaran hafalan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.
Setiap kegiatan diawali dengan pemberian motivasi tentang pentingnya menghafal Al-Qur'an, dilanjutkan murojaah bersama, pembacaan surat-surat pendek sesuai kaidah tajwid, serta penyetoran hafalan secara bergiliran. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa dapat memberikan bimbingan dan evaluasi secara langsung terhadap kemampuan membaca maupun hafalan setiap peserta didik.
Selain membimbing hafalan, mahasiswa juga menanamkan nilai-nilai adab dalam membaca Al-Qur'an, membangun semangat belajar, serta mengajak peserta didik untuk membiasakan murojaah bersama keluarga di rumah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya belajar Al-Qur'an yang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti murojaah dengan tertib, aktif menjawab pertanyaan, serta percaya diri saat menyetorkan hafalan di hadapan guru dan mahasiswa KKN. Meskipun beberapa siswa masih memerlukan pendampingan dalam pelafalan dan kelancaran hafalan, proses pembelajaran berlangsung kondusif dan mendapat respons positif dari pihak sekolah.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menghafal surat-surat pendek, tetapi juga memperkuat budaya literasi keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, peserta didik diharapkan mampu memahami pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap kegiatan ini dapat menjadi program pembiasaan yang terus dilanjutkan oleh sekolah. Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan sehingga mushala sekolah semakin berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter religius dan penguatan literasi keagamaan peserta didik.
Jurnalis Teddy Prasetyo