Program Studi PMB Perpustakaan
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang Petakan Pembelajaran TPQ, Siapkan Media Interaktif untuk Tingkatkan Semangat Mengaji

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang Petakan Pembelajaran TPQ, Siapkan Media Interaktif untuk Tingkatkan Semangat Mengaji

LUMAJANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang mengawali program pengabdian di Desa Bagusari dengan melakukan observasi di TPQ An-Nafisah Baitul Muttaqin pada 21–22 Juli 2026. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenali sistem pembelajaran yang telah diterapkan, tetapi juga memetakan kebutuhan pembelajaran sebagai dasar penyusunan program pendampingan yang lebih inovatif.

Sejak hari pertama, kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh para ustazah dan santri. Suasana akrab tampak ketika anak-anak menyapa mahasiswa dengan penuh antusias, sementara para ustazah membuka ruang kolaborasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di TPQ.

Selama observasi, mahasiswa mempelajari kurikulum, jadwal kegiatan, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Santri tingkat Iqra' dibimbing menggunakan metode Baghdadiyah, sedangkan santri yang telah membaca Al-Qur'an mengikuti kegiatan setoran bacaan yang dilanjutkan dengan penguatan materi tajwid melalui sesi tanya jawab mengenai hukum-hukum bacaan.

Dari hasil pengamatan, mahasiswa menemukan adanya tantangan pada akhir sesi pembelajaran. Setelah menyelesaikan setoran bacaan, sebagian santri belum memiliki aktivitas lanjutan sehingga suasana kelas menjadi kurang kondusif. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 10–15 menit terakhir sebelum kegiatan berakhir belum dimanfaatkan secara optimal sebagai waktu belajar.

Temuan tersebut kemudian didiskusikan bersama para ustazah. Salah seorang ustazah berharap mahasiswa KKN dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih menarik sehingga santri tetap antusias mengikuti kegiatan hingga waktu belajar selesai.

"Kami berharap mahasiswa KKN dapat menghadirkan media pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak tetap semangat mengaji dan lebih tertib setelah menyelesaikan setoran bacaan. Dengan begitu, seluruh waktu belajar dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Menanggapi harapan tersebut, mahasiswa KKN menyatakan komitmennya untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan sebagai aktivitas edukatif setelah sesi setoran mengaji. Media tersebut dirancang agar santri tetap aktif belajar melalui permainan edukatif, penguatan materi tajwid, maupun aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.

Bagi mahasiswa, observasi ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran sebelum melaksanakan program kerja. Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat diharapkan menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan.

Melalui hasil observasi tersebut, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap program pendampingan yang akan dilaksanakan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an di TPQ An-Nafisah Baitul Muttaqin. Inovasi media pembelajaran yang disiapkan diharapkan tidak hanya membuat proses belajar lebih menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan semangat mengaji, kedisiplinan, dan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.

Jurnalis Fatikhatul Alim

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.