Program Studi PMB Perpustakaan
Membangun Generasi Berkarakter Dimulai dari Pembiasaan Membaca Al-Qur'an

Membangun Generasi Berkarakter Dimulai dari Pembiasaan Membaca Al-Qur'an

LUMAJANG – Membiasakan membaca Al-Qur'an sebelum memulai pembelajaran menjadi salah satu upaya efektif dalam membangun karakter religius sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Semangat tersebut diwujudkan melalui program pembiasaan membaca Al-Qur'an di SMAS Islam Lumajang yang didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang.

Program ini merupakan bagian dari penguatan budaya religius di sekolah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik melalui kebiasaan positif yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKN, kepala sekolah, dan guru pendamping untuk menyusun teknis pelaksanaan di setiap kelas. Setelah memperoleh arahan, mahasiswa bersama guru mendampingi peserta didik melaksanakan pembiasaan membaca Al-Qur'an selama sekitar 10–15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan dengan tertib dan khusyuk sesuai kemampuan membaca masing-masing.

Selain membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an, program ini juga menjadi media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik agar menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan tersebut, diharapkan tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, serta akhlak mulia yang dapat diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Antusiasme peserta didik terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menunjukkan kesiapan belajar yang lebih baik setelah membaca Al-Qur'an. Guru-guru SMAS Islam Lumajang turut mengapresiasi program ini karena dinilai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih tenang, nyaman, dan kondusif, sekaligus memperkuat budaya religius yang telah menjadi bagian dari identitas sekolah.

Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Kolaborasi ini menjadi contoh implementasi pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

Melalui program tersebut, pembiasaan membaca Al-Qur'an diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai budaya positif sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak peserta didik yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, akhlak mulia, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

Jurnalis Yunia Tri Anggeraeni Putri

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.