Sebelum menjalankan program, mahasiswa melakukan observasi dan koordinasi bersama pengurus TPQ untuk memahami sistem pembelajaran, jumlah santri, metode yang digunakan, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Hasil observasi tersebut menjadi dasar penyusunan program pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga.
Kegiatan pembelajaran di TPQ ES JUZ-Q dimulai setiap pukul 14.00 WIB dengan doa bersama sebagai pembiasaan spiritual sebelum menuntut ilmu. Selanjutnya, santri mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan Metode Ummi, yaitu metode yang menekankan ketepatan makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur'an.
Dalam proses tersebut, mahasiswa KKN mendampingi santri sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Santri yang masih berada pada tahap awal memperoleh bimbingan mengenal huruf hijaiyah, sedangkan santri yang telah membaca Al-Qur'an dibimbing untuk memperbaiki makhraj, panjang-pendek bacaan, serta kelancaran membaca. Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga setiap santri memperoleh perhatian yang lebih optimal.
Selain membaca Al-Qur'an, kegiatan belajar juga diisi dengan latihan menulis sesuai tingkat kemampuan santri sebagai upaya melatih ketelitian dan memperkuat pemahaman materi. Bagi santri usia dini, mahasiswa turut mendampingi pembelajaran membaca alfabet melalui pendekatan yang komunikatif sehingga proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
Pembiasaan karakter religius juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Menjelang sore, seluruh santri bersama ustazah dan mahasiswa melaksanakan salat Asar berjamaah di musala TPQ. Kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini.
Kehadiran mahasiswa mendapat apresiasi dari pengurus TPQ karena dinilai memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran proses pembelajaran.
"Kami sangat bersyukur atas kehadiran mahasiswa KKN di TPQ ES JUZ-Q. Mereka tidak hanya membantu pendampingan belajar menggunakan Metode Ummi, tetapi juga membimbing kegiatan menulis, membaca alfabet, hingga mendampingi pelaksanaan salat Asar berjamaah. Kehadiran mereka membuat proses pembelajaran lebih efektif dan santri semakin bersemangat mengikuti setiap kegiatan," ujar salah seorang ustazah TPQ ES JUZ-Q.
Selama sepuluh hari pertama, mahasiswa bersama pengurus TPQ juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan program lanjutan, seperti pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif, pemberian motivasi belajar, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di TPQ.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pengurus TPQ, ustazah, orang tua, dan masyarakat, program pendampingan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pendidikan Al-Qur'an dan pembentukan karakter religius santri sejak usia dini.
Jurnalis Alifia Salsa Maghfiroh