Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arifatul Ma'ani, M.Pd. Pada pertemuan kali ini, mahasiswa menerapkan metode talaqqi sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran Al-Qur'an.
Metode talaqqi merupakan proses belajar yang dilakukan secara langsung antara pengajar dan peserta didik. Dalam praktiknya, pengajar terlebih dahulu mencontohkan bacaan Al-Qur'an secara tartil, kemudian santri menirukan bacaan tersebut. Melalui metode ini, setiap kesalahan pelafalan dapat segera diketahui dan diperbaiki sehingga kualitas bacaan santri menjadi lebih terarah.
Pendampingan difokuskan pada perbaikan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, serta ketepatan panjang-pendek bacaan (mad). Mahasiswa KKN yang bertugas mendampingi secara langsung memantau perkembangan setiap santri dan memberikan koreksi apabila ditemukan kesalahan dalam pelafalan huruf maupun bacaan ayat Al-Qur'an.
Menurut para pendamping, metode talaqqi menjadi salah satu cara yang efektif untuk membentuk kebiasaan membaca Al-Qur'an dengan benar sejak dini. Dengan bimbingan secara personal, kesalahan dapat segera diperbaiki sebelum menjadi kebiasaan yang sulit diubah.
Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar di TPQ Umar bin Khattab tampak khidmat namun tetap penuh semangat. Para santri mengikuti setiap arahan dengan antusias dan aktif mempraktikkan bacaan yang dicontohkan oleh mahasiswa KKN maupun ustaz dan ustazah pengajar TPQ. Pembinaan pada sore hari tersebut banyak difokuskan pada pemantapan bacaan dasar dan surah-surah pendek dalam Juz Amma.
Lisah Ramawati, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur'an melalui metode talaqqi memiliki peran penting dalam membangun fondasi bacaan yang baik.
"Harapannya, melalui pembiasaan pelafalan yang terus dikoreksi secara langsung ini, adik-adik santri tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi juga mampu melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan fasih, tartil, dan sesuai kaidah tajwid," ujarnya.
Konsistensi mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang dalam mendampingi kegiatan pendidikan keagamaan mendapat apresiasi dari pengurus TPQ dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga turut berperan dalam mendukung pembentukan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, fasih membaca Al-Qur'an, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini.
Jurnalis Muhamat Fauzi