Program Studi PMB Perpustakaan
Metode Ziyadah Bantu Santri TPQ Daaruttabiin Perkuat Hafalan Al-Qur'an Sejak Usia Dini

Metode Ziyadah Bantu Santri TPQ Daaruttabiin Perkuat Hafalan Al-Qur'an Sejak Usia Dini

Lumajang – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini membutuhkan metode pembelajaran yang tepat, bertahap, dan menyenangkan. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang melaksanakan program Pembinaan Tahsin dan Tahfidz Anak Usia Dini melalui Metode Ziyadah (Setoran Hafalan) di TPQ Daaruttabiin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan Islam.

Program ini bertujuan membantu meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur'an sekaligus membimbing santri agar membaca ayat-ayat suci dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Pendampingan dilaksanakan secara rutin setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri.

Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama dan murojaah hafalan yang telah dimiliki. Selanjutnya, guru bersama mahasiswa KKN membimbing santri memperbaiki bacaan, mulai dari pelafalan huruf hijaiyah hingga panjang-pendek bacaan, sebagai bekal sebelum menambah hafalan baru.

Pada tahap ziyadah, setiap santri memperoleh target hafalan yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing. Pendekatan ini diterapkan agar anak-anak tidak merasa terbebani, tetapi tetap mampu meningkatkan kualitas hafalan secara bertahap. Materi yang dihafalkan didominasi surat-surat pendek Juz 30, seperti Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-'Ashr, dan Al-Kautsar.

Proses pembelajaran dilakukan melalui metode talaqqi. Guru terlebih dahulu membacakan ayat secara tartil, kemudian santri menirukan bacaan secara bersama-sama beberapa kali. Setelah itu, setiap santri diminta membaca secara individu untuk memastikan ketepatan makhraj, sifat huruf, serta hukum tajwid sebelum menyetorkan hafalan kepada guru maupun mahasiswa KKN.

Pendekatan bertahap tersebut terbukti membantu santri menghafal dengan lebih percaya diri. Hafalan diberikan sedikit demi sedikit sehingga anak memiliki kesempatan menguasai setiap ayat sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.

Selama pendampingan, mahasiswa KKN menemukan bahwa kemampuan menghafal setiap santri sangat beragam. Sebagian mampu menambah hafalan dengan cepat, sementara yang lain memerlukan pengulangan lebih banyak. Selain itu, karakteristik anak usia dini yang mudah terdistraksi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasinya, guru dan mahasiswa memberikan pendampingan secara sabar, melakukan murojaah secara rutin, serta membimbing pelafalan huruf-huruf hijaiyah yang masih sulit diucapkan sebelum hafalan diterima.

Meski demikian, semangat belajar para santri tetap tinggi. Mereka hadir dengan antusias, bersemangat menyetorkan hafalan, dan merasa bangga setiap kali berhasil menambah hafalan baru. Suasana belajar yang hangat dan penuh apresiasi turut meningkatkan motivasi anak-anak untuk terus belajar Al-Qur'an.

Program pembinaan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan Al-Qur'an bagi anak usia dini. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan santri TPQ Daaruttabiin tidak hanya mampu menambah hafalan Al-Qur'an, tetapi juga memiliki bacaan yang baik, memahami pentingnya menjaga kualitas hafalan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sejak dini.

Jurnalis Rafi Abdillah

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.