Pendampingan dilaksanakan pada Rabu (22/7) pukul 15.30–17.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penyetoran hafalan surat-surat pendek secara bergantian sesuai capaian masing-masing yang telah dicatat dalam buku hafalan. Setelah itu, santri melanjutkan pembelajaran Iqra' berdasarkan tingkat kemampuan, mulai dari jilid 3, jilid 4, hingga jilid 5.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa KKN membantu menyimak bacaan santri, membimbing pelafalan huruf hijaiyah yang masih kurang tepat, serta memberikan motivasi agar santri semakin percaya diri dan bersemangat dalam belajar Al-Qur'an. Pendampingan dilakukan secara sabar dan menyesuaikan kemampuan setiap santri sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif.
Selain mendampingi pembelajaran, mahasiswa turut membantu pencatatan perkembangan belajar santri. Setiap hasil pembelajaran dicatat dalam buku perkembangan yang memuat tanggal kegiatan, jilid Iqra', serta halaman atau baris terakhir yang telah dipelajari. Pencatatan tersebut menjadi acuan bagi ustazah untuk memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an setiap santri secara berkelanjutan.
Salah seorang ustazah TPA Umar bin Khattab mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
"Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu proses pendampingan santri sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar Al-Qur'an para santri terus meningkat, baik dalam menghafal surat-surat pendek maupun dalam membaca Iqra' dengan tartil dan sesuai kaidah. Kolaborasi antara mahasiswa, ustazah, dan TPA juga menjadi wujud sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak-anak di Desa Sidorejo.
Jurnalis Nur Aini Wulandari