Kegiatan yang berlangsung di Masjid MBS Al-Fajr Denok ini diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya tasmi' pasangan dalam proses menghafal Al-Qur'an. Melalui metode ini, setiap santri tidak hanya melatih kelancaran hafalan, tetapi juga belajar menyimak, mengoreksi bacaan teman, serta saling mengingatkan apabila ditemukan kekeliruan. Pembiasaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas hafalan.
Sebelum memasuki sesi praktik, mahasiswa terlebih dahulu melakukan tes hafalan untuk mengetahui kemampuan masing-masing santri. Hasil tes menjadi dasar dalam menentukan pasangan yang memiliki kemampuan relatif seimbang sehingga proses murojaah dapat berlangsung lebih efektif dan saling mendukung.
Selanjutnya, kegiatan tasmi' dilaksanakan dengan pendampingan langsung dari mahasiswa. Selama proses berlangsung, mahasiswa mengawasi jalannya penyetoran hafalan, memberikan arahan ketika terdapat kesalahan bacaan, serta memastikan setiap pasangan menjalankan perannya sebagai penyimak maupun penyetor hafalan secara optimal. Pendampingan ini juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri santri saat melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an di hadapan teman sebaya.
Selain meningkatkan kualitas hafalan, metode tasmi' pasangan turut melatih sikap teliti, disiplin, kerja sama, dan kepedulian antarsantri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pembelajar Al-Qur'an yang saling mendukung dan terus berupaya memperbaiki bacaan.
Salah seorang ustaz MBS Al-Fajr Denok mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
"Insya Allah ke depannya kami akan terus mendukung pelaksanaan tasmi' pasangan ini dan menjadikannya sebagai program rutin di pondok. Program ini sangat baik untuk membantu santri menjaga hafalan Al-Qur'an, saling mengoreksi bacaan, serta menumbuhkan semangat mereka untuk terus istiqamah dalam menghafal," ujarnya.
Melalui program ini, budaya murojaah di lingkungan MBS Al-Fajr Denok diharapkan semakin kuat. Sinergi antara mahasiswa, pengasuh pondok, dan para santri menjadi langkah positif dalam menciptakan pembelajaran tahfiz yang lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga memiliki karakter disiplin, teliti, dan saling menghargai.
Jurnalis Hermanto