Program Studi PMB Perpustakaan
Dari Observasi Menuju Aksi, Pendampingan Tajwid Mulai Diterapkan di Rumah Tahfidz

Dari Observasi Menuju Aksi, Pendampingan Tajwid Mulai Diterapkan di Rumah Tahfidz

LUMAJANG – Program pendampingan pembelajaran Al-Qur'an di Rumah Tahfidz Non Asrama, Desa Bagusari, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Setelah menyelesaikan observasi pada pekan pertama, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri STIT Muhammadiyah Lumajang mulai memberikan pendampingan materi dasar ilmu tajwid kepada para santri sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an sejak dini.


Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026) seusai salat Subuh ini diawali dengan sesi perkenalan dan komunikasi bersama santri. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun kedekatan sekaligus mengenali kemampuan awal setiap santri sebelum memulai pembelajaran.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa mengajak santri berbincang mengenai ilmu tajwid untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar santri telah mengenal beberapa istilah dasar, seperti ghunnah, qalqalah, dan mad thabi'i, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami fungsi serta penerapannya ketika membaca Al-Qur'an.

Temuan tersebut diperkuat melalui tes membaca yang dilakukan secara bergantian. Dari hasil penyimakan bacaan, mahasiswa menemukan bahwa sebagian santri masih memerlukan pendampingan dalam menerapkan kaidah tajwid secara tepat.

"Sebagian besar santri sudah mengenal istilah-istilah tajwid, tetapi masih membutuhkan bimbingan untuk memahami cara penerapannya saat membaca Al-Qur'an. Karena itu, pembelajaran kami awali dari materi yang paling mendasar agar lebih mudah dipahami," ujar salah satu mahasiswa KKN.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, materi pembelajaran difokuskan pada hukum ghunnah dan nun sukun, yang disampaikan secara bertahap sesuai tingkat kemampuan santri. Pendekatan ini dipilih agar proses belajar berlangsung lebih efektif, mengingat mayoritas peserta merupakan anak usia sekolah dasar.

Selama kegiatan berlangsung, santri terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan dan berusaha mempraktikkan hukum bacaan yang dipelajari. Pendampingan dilakukan secara personal sehingga mahasiswa dapat menyimak bacaan setiap santri, memberikan koreksi langsung, serta membantu mereka memahami kesalahan yang masih sering terjadi.

Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa santri belum dapat mengikuti kegiatan karena datang terlambat, sementara waktu belajar yang terbatas setelah salat Subuh mengharuskan penyampaian materi dilakukan secara bertahap. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa dalam menyusun strategi pembelajaran pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Program pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari hasil observasi yang dilakukan pada pekan pertama pelaksanaan KKN. Ke depan, materi tajwid akan dikembangkan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan santri, disertai penguatan kedisiplinan kehadiran agar seluruh peserta memperoleh kesempatan belajar yang optimal.

Melalui pendampingan berbasis kebutuhan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap kemampuan membaca Al-Qur'an para santri semakin meningkat, tidak hanya dari segi kelancaran, tetapi juga ketepatan dalam menerapkan kaidah tajwid. Program tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembinaan generasi Qur'ani yang memiliki bacaan tartil, pemahaman yang baik, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.

Jurnalis Fachita Astya Anggraeni

Kembali ke Daftar Artikel
×
Hubungi Kami via WhatsApp
Kami akan membalas pesan Anda secepatnya.