Lumajang, 3 Agustus 2026 – Pelaksanaan Posyandu Kenanga di Desa Jambearum, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang berlangsung dengan semangat kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kelancaran pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran melalui pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan Posyandu memberikan berbagai layanan kesehatan dasar, mulai dari pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LILA), dan lingkar kepala (LK) bagi bayi serta balita, hingga pemeriksaan tekanan darah untuk para lansia. Selain itu, balita juga memperoleh vitamin A, obat cacing, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan mendampingi peserta, membantu proses pengukuran dan pemeriksaan, serta mendukung pencatatan hasil pelayanan. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Pengukuran BB, TB, LILA, dan LK dilakukan sebagai upaya memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun balita. Melalui pemeriksaan rutin tersebut, potensi gangguan gizi atau keterlambatan pertumbuhan dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, para lansia memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah deteksi dini terhadap risiko hipertensi dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Seluruh pelayanan dilaksanakan secara tertib sehingga setiap peserta mendapatkan pemeriksaan dengan nyaman.
Pada kesempatan yang sama, petugas kesehatan juga membagikan vitamin A dan obat cacing kepada balita sesuai program pelayanan kesehatan. Vitamin A berperan menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh anak, sedangkan pemberian obat cacing menjadi langkah pencegahan infeksi cacing yang dapat memengaruhi tumbuh kembang balita.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi, kegiatan Posyandu turut disertai pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pola makan yang sehat dan seimbang.
Salah seorang kader Posyandu menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
"Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu pelaksanaan Posyandu, baik dalam proses pelayanan maupun administrasi. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar membangun kepedulian sosial melalui pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan warga diharapkan terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu, balita, dan lansia serta memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Jurnalis Anisaul Mawaddah