Kegiatan ini dirancang dengan metode yang menyenangkan dan disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Sebelum praktik dimulai, peserta diajak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari persiapan melaksanakan salat. Dengan bahasa yang sederhana, mahasiswa memperkenalkan pengertian, manfaat, dan fungsi wudhu sebagai salah satu syarat sah salat dalam Islam.
Selanjutnya, mahasiswa memperagakan tata cara berwudhu sesuai tuntunan syariat secara bertahap agar mudah diikuti oleh anak-anak. Setiap gerakan dijelaskan dengan perlahan sehingga peserta dapat memahami sekaligus menirukan urutan wudhu dengan benar.
Setelah demonstrasi, anak-anak memperoleh kesempatan mempraktikkan wudhu secara bergantian dengan pendampingan dari mahasiswa dan guru. Selama proses berlangsung, mereka diberikan arahan serta koreksi secara santun sehingga lebih percaya diri dalam mempraktikkan setiap gerakan. Pendekatan belajar melalui praktik langsung terbukti membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan.
Agar suasana belajar semakin menyenangkan, kegiatan diselingi dengan lagu, tepuk semangat, dan tanya jawab sederhana seputar urutan wudhu. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berani mempraktikkan gerakan wudhu, bahkan saling mengingatkan teman ketika ada tahapan yang terlewat.
Guru TK mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan sekaligus membiasakan diri berwudhu sebelum melaksanakan salat. Kehadiran mahasiswa juga menghadirkan variasi metode pembelajaran yang membuat suasana kelas lebih aktif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya mampu menghafal urutan wudhu, tetapi juga memahami makna kebersihan sebagai bagian dari ajaran Islam. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan mandiri sejak usia dini.
Program edukasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan orang tua dalam membangun kebiasaan beribadah pada anak. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pembelajaran agama diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
Jurnalis Riszatul Disky Mauliddah