Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendampingi santri secara langsung sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendampingan difokuskan pada pembelajaran Iqra', perbaikan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, serta latihan membaca Al-Qur'an secara tartil. Metode pembelajaran dilakukan secara individual sehingga setiap santri memperoleh bimbingan yang lebih optimal sesuai kebutuhan belajarnya.
Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh keakraban. Mahasiswa membimbing santri dengan sabar, memberikan contoh pelafalan yang benar, serta memotivasi mereka agar lebih percaya diri dalam membaca Iqra' maupun Al-Qur'an. Pendekatan yang komunikatif membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan sehingga santri lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Selain mendukung proses belajar mengajar di TPA, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa turut membantu ustaz dan ustazah dalam membina generasi Qur'ani sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat Desa Sidorejo.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berani mempraktikkan bacaan di hadapan pendamping, serta menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Salah seorang pengajar TPA menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
"Kehadiran mahasiswa KKN disambut dengan antusias oleh para santri. Mereka tampak lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran, aktif bertanya, dan semakin percaya diri saat membaca Iqra' maupun Al-Qur'an. Suasana belajar yang hangat dan komunikatif membuat materi lebih mudah dipahami," ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan keagamaan di Desa Sidorejo. Sinergi antara perguruan tinggi, pengajar TPA, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk mencetak generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mencintai Al-Qur'an sejak usia dini.
Jurnalis Umi Syarifatul Udhma